This is default featured slide 1 title

Majalah Bersuara LAPMI Cabang Semarang

This is default featured slide 2 title

Foto Majalah Bersuara LAPMI Cabang Semarang

This is default featured slide 3 title

Majalah Bersuara LAPMI Cabang Semarang

This is default featured slide 4 title

Majalah Bersuara LAPMI Cabang Semarang

This is default featured slide 5 title

Majalah Bersuara LAPMI Cabang Semarang

Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Mei 2014

Kumpulan Puisi: GERAKAN MUDA & PEREMPUAN


Oleh: Muh. Arba’in Mahmud
(Pelaku wacana ekofemina di Ternate, Maluku Utara. Manta Ketua KP Cab. Purwokerto, hingga sekarang masih berkomunikasi dengan kader HMI (MPO) Cab. Ternate)
 



perempuanku di pentas politik
(15 April)


selamat berjuang perempuanku
jangan kau sekadar penggenap quota

lawan tiran maskulinitas di dalam wadahmu
sebelum memikat hati para daulat suara

vox populi vox dei....ingat sayang!
kalau kau berharap suara para hamba, berhibalah pada Sang Tuan
kalau kau ingin buah, mintalah pakTani....jangan mencuri

aku merestumu, kuyakin Kekasih pun meridhoimu
selamat berjuang perempuanku

meski kau tak bermodal pundi,
feminitas polah-politikmu ditunggu anak negeri
integritas-gairah sosialmu dielu para kawula
bismillah!


                                                                                                                                                  



mencintai pagi tanpa remunerasi....
(10 April)

Tuhan,
kucintai pagi ini meski sepi
kuhampiri mentari tanpa janji
kukayuh kaki menjemput rizki

Tuhan,
kusapa pagi ini meski diam
kutanggalkan keraguan syak wasangka
kuteguhkan keyakinan untuk berkarya

Tuhan,
kuhadapi pagi ini meski dingin
kuusap ubun kaki dengan embun
kucium Ibu bumi dalam keyakinan

Tuhan,
kucintai pagi tanpa remunerasi
tanpa ketakutan dan ketergesaan
menjalani aliran mata air kehidupan

di rumah, di kantor, di posko,
di kamp, di sawah, di jalan,
di ....


                                                                                                                                            
selamat merayakan hariMu, perempuanKu...
(8 Maret)

engkau masih kuharap menjaga tegaknya peradaban yang terakad
mari susui-urapi buah hati kita, agar mereka kembang tumbuh
mewarnai pelataran taman Eden kita

maafkan, atas cermin yang kemarin retak kauremas
maafkan, atas airmata yang kemarin tertitik kuperas
maafkan, atas daun pintu yang kemarin penyok kita hantam

mari kita gencatan :
agar cinta terus bersenyawa
agar hati kian membumi
agar kasih kan mengudara

perempuanku, kinasihKu
aku cinta padaMu :
siyem, sumiyem, nur, mae, drupadi,
manna-salwa, meyti, ...
khad, aisya, eva, suci, jocasta, zulaikha, ...
... mmmuah!


                                                                                 

Tuhan, terimakasih ….
(5 Feb)

Tuhan...
terimakasih, Engkau titipkan aku pada seorang Ibu 'galak'
terimakasih, Engkau paruhkan aku dengan kekasih 'galak'
terimakasih, Engkau hiaskan aku dengan buah hati 'galak'
terimakasih, Engkau jelmakan waskatMu pada mereka atasku....

hingga aku takkuasa mengerat sumber daya tanpa hak,
hingga aku takmampu berjalan ke lembah hitam,
hingga aku tak berkutik mencuri kesempatan haram,
hingga aku takkuasa wicara makian kecuali memujiMu
terimakasih....

semoga, semua itu tak merampas selempangMu
kuyakin, Engkau menggantinya dengan kelembutan para bidadari (kalau aku harus ke Taman Eden), di bawah tatapMu.
pun kuyakin, Engkau menggantinya dengan kehangatan api biru
(kalau pun aku harus ke Taman Api), di bawah ridhoMu.

Tuhan, sungguh 'galak' pun anasir maskulinitasMu:
layaknya Kausediakan siksa, uji, coba
Namun, sungguh di balik itu ada feminitasMu: kelembutan, hikmah, rahmat, ....
Tuhan, terimakasih... Engkau galak!
hingga aku sekadar...Mu.


                                                                                                                  

Obituari untuk Antareja dari Antasena
(Catatan 9 Juli 2013)


Le... Innalillahi wa inna ilaihi raji'un
aku ikhlaskan kepergianmu Boss...
jalani sirathmu, biarlah cerita liar kita
menjadi kenangan dalam doa

Le....
aku kini makin dekat denganmu,
di titikan air mataku, di sungkuran sujudku,
di pejaman nitraku, aku sisipkan mantra untukmu:
"allahummaghfirlahu warhamhu wa'aafuhu wa'fu'anhu..."

Le....
selamat meninggal Boss....
kami kenang prestasi jariyahmu,
kami halalkan kemanusiaanmu
kami ridha : innalillahi wa inna ilaihi raji'un

Le...
Jangan kuatirkan rama-biyung, garwa pun buah hatimu
empat Pandawa - Drupadi masih eksis menjaga
tentunya atas restu - ridho Sang Hyang
semoga kita bertemu & bercengkerama di Taman Eden

Hu...Hu...Hu...
terima sholat kami,
terima ibadah kami,
terima kehidupan kami, pun...
terima kematian kami
Hu...Hu...Hu...

Le....
Boss....
aku cinta kau, karenaNya
maka, aku rela temu - pisah dengan kau, karenaNya

Le....
kau hampir tuntaskan mantra ajaran ibu kita:
bismika allahumma ahya wa amuut
Selamat Boss!
Bismillah!

                                                                           
Jamu untuk Kaum Muda
(21 Juni 2013)


buat kawan - kawan mahasiswa,
teruslah bergolak, suarakan independensimu
tolaklah penaikan harga BBM, lawanlah kuasa kaum tiran

kami, mantan mahasiswa, hanya turut mendoa - menjaga hati
kami tak menyesali masa lalu...ketika berlaku sepertimu
kami tak mengingkari idealita cita dulu...ketika sekarang begini
kami tengah melawan dengan cara bumi :
nglurug tanpa bala, menang tanpa ngasorake
sugih tanpa bandha, oposisi dengan nurani

jadilah Musa, oposisi abadi meski gagap
jadilah Maria, penjaga kesucian diri meski sendiri
jadilah punggawa rakyat jelata melawan angkara
sungguh, vox populi vox dei...suara rakyat suara Tuhan

maka, Tuhan akan turunkan makan-minum langit : manna w salwa
biar Tuhan yang mencukupi hidupmu,
tanpa harus menggadaikan diri di wadah biro-kerat
tanpa harus menceburkan diri di kubangan politik
(ingat pesan simbah : aja cedhak kebo gupak...
isih dadi mahasiswa aja cedhak partai politik...)

maju terus pantang mundur,
perjuangan ini bukan menang - kalah, naik - turun
karena hakim kehidupan bukan di tangan penguasa, sesama
cukup Tuhan yang saksikan... cukup rakyat yang rasakan

Bismillah! Dengan asma yang mahaRakyat... berjuanglah!

                                                                                                                                            


dari dayung turun ke gayung
(untuk Leni H*)

negara hampir lupa pada prestasi anak negeri
aparat sibuk mengerat sumber daya
pemimpin lelap dalam mimpi

ibu itu...perempuan itu,
kini buruh membasuh dengan peluh
mencuci membersihkan noda kelambu
yang kian menutupi nurani nagari

ibu anakku... perempuanku;
biar negara - aparat - pemimpin kilap
teruslah berharap sayang, berdoa sandarkan jiwa
sejatinya Tuhan tak tutup mata
Gusti ora sare, Sang Hyang masih sayang;
pun kami, sekadar lelakimu... ayah dari buahmu

anggaplah, dengan gayungmu kini
kautengah mendayung arungi sirath kehidupan
yang berujung di telaga asa.
kami: lelakimu kan turut menyandingmu
dengan cintaNya.



* Atlit dayung nasional yang terpuruk menjadi buruh cuci di usia tuanya

Minggu, 03 Maret 2013

Korupsi menjadi Kebutuhan para Pejabat


Sejak tahun 2000, atau selama 12 tahun sampai waktu ini, bisa dikatakan waktu yang sangat maju dan berkembang di Negara kita ini. Namun, perkembangan yang begitu signifikan harus tercemar oleh keadaan yang pahit dari pejabat negeri yang korupsi.
Negara yang begitu berlimpah ruah SDM dan perkembangan teknologi serta birokrasi, menjadi luapan sifat materailis kaum hedonis para pejabat negeri ini. Dalam hiasan hegemoni kekuasaan yang seharusnya bisa dijadikan harapan rakyat menjadi kemerosotan yang begitu “bobrok” untuk dirasakan rakyat.


Degradasi 

Inilah keadaan yang sedang terjadi di Indonesia Negara paling korup nomor 5 setelah Negara Kamerun dari 146 negara di dunia, baik dari aspek moral sampai kekuasaan semua telah terdegradasi dari nilai kehidupan yang sesungguhnya. yaitu hidup dengan idealisme Negara timur  yang dijunjung tinggi di Negara ini. Pejabat negeri yang dijadikan sebagai figur penolong sekarang mejelma menjadi sosok yang arogan dan tak mau tahu dengan apa yang ada disekitarnya. Rakyat telah terbodohi hampir 3 Triliun lebih keuangan negara ini amblas tertelan para kaum borjuis yang hanya bertindak tanpa berfikir.
Sekarang apa yang bisa dibanggakan lagi dari negara ini? Jika semua pejabat hanya mengedepankan materi tanpa kinerja yang baik, semuanya hanya memperkaya diri sendiri dan memiskinkan para rakyat yang akan merasakan penderitaan.
Menurut Masrukhan S.Pd., salah satu pengamat politik dan aktif menjadi pengajar di salah satu Instansi di Daerah Demak mengatakan, budaya Korupsi terjadi karena bebarapa factor yang mempengaruhi,
Pertama, kurangnya penghayatan atas ajaran yang dianutnya, sehingga moral tergadaikan dengan hal yang sifatnya materi saja. lebih parah lagi Negara Indonesia yang dikenal dengan Negara yang berpenduduk mayoritas muslim sekarang dipandang oleh Negara lain dengan sebelah mata karena perkara korupsi yang sering muncul sekarang ini.
Kedua, lingkungan pekerjaan yang mendukung juga menjadi aspek penting yang mendukung para pejabat melakukan tidakan korupsi tanpa ada rasa takut sekalipun karena semua yang ada dalam lingkungan itu memiliki idealisme yang sama yaitu idealime materalistik.
Ketiga, karena kebutuhan keluarga yang hanya mengedepankan sifat materialisme sehingga para pejabat negeri ini berlomba-lomba untuk menebalkan kantongnya sendiri tanpa menilik ke belakang nasib para rakyat nantinya akan menjadi seperti apa?inilah kebodohan para pejabat negeri yang tak berdemokrasi dengan rakyat.

Perubahan
walaupun terjadi permasalahan yang sangat pelik di negeri ini rakyat Indonesia masih tetap memiliki integritas untuk berubah memperbaiki celah-celah kosong yang ditinggal para dictator tak berkepribadian ini. Salah satunya adalah ikut serta berpartisipasi dan berperan membantu KPK dalam menyibak kasus korupsi yang ada, dengan cara inilah masyarakat bisa menjadi agen of change bagi kemajuan Negara.

                            By : Arief Liverpudlian

ANAK DEMAK_dpm DARI PARTAI MAWAR 
ikip pgri semarang

Jiwa Yang Lengah.


Manusia butuh cahaya.
Tepat disaat terperangkap gelap.
Setelah mendapat cahaya.
Mereka merasa tenang.
Tenangnya mereka menjadi sebab.
Kelengahan.
Kecerobohan.
Kesombongan.
Mereka merasa sudah dekat.
Dengan Tuhan mereka.
Mereka tidak sadar.
Bahwa mereka mulai menjauh.
Menjauh dari terangnya jiwa mereka.
Mereka terus melangkah dalam gelap.
Mereka tak pernah lagi menoleh kebelakang.
Mereka mengira masih terus mengingat Tuhan.
Padahal sesungguhnya.
Mereka hanya mengingat.
Perbuatan - perbuatan mereka.
Perbuatan.
Yang menjadikan mereka dipuji  sesamanya.
Ya Allah, jagalah kami dari lemahnya jiwa. 

By; adie sotoy_yusron
komsat fpbs ikip pgri semarang yg bercita-cita jadi mandara

Kamis, 28 Februari 2013

Sajak tak berjudul


 
Dia mengatakan ya-
Dia juga mengatakan tidak
Aku berharap ya
Dia berharap tidak
Aku menangis
Dia tertawa
Aku menyentuh
Dia menampar
Aku terdiam
Dia ketawa
Aku berjalan
Dia malah merangkak
Apa sih yang menjadi beda?
Tak lihat sama.
Tapi beda
Tak rasa benar,
Tapi salah
Seperti angan yang selalu ku rasa kemarin, sekarang, dan
Besok yang akan datang!
Dan ternyata aku dibohongi rasa……


BY; AKANG MAARIF ANAK DEMAK TULENN

Jalan Licin



Dibelakangku kau teriak keras…
Tak ada rasa malu pun risih
kau lakukan dibalik sadarmu…
Saat ku melangkah mnuju arah

Ketika aku menatap langkah mu….
Kau melemparkan diri..
Bak seperti tertutup misteri..
Semua pnuh sandiwara…

Apa yang sedang terjadi?

Hujan gerimis menyertai langkahku
Ketika kau mengucap suara…
Saat kaki lepas dari harapan..
Jalan penuh dengan rintangan
Saat itulah aku mendapat kenyataan…

Ternyata kau telah hanyut oleh  jalan yang licin…..
By : Arief Liverpudlian

YOGYAKARTA



Mendambakan pendidikan
Wajah indonesia zaman koloni Belanda
Beragam kerajinan terpelanting keluar dari jendela dunia
Kota pelajar saat ini melambung
Menunjukkan taringnya
Tidak akan menyerah merambah dunia

Tetap memberikan kesan walau telah lapuk
Pelan membuat daya pikat
Yang menarik wisatawan untuk menengoknya
Suatu daerah istimewa di indonesia
Membuat guratan senyum siapapun yang mengunjunginya
By: Zahratunisa


Selasa, 21 Agustus 2012

Menemukan Idul Fitri


Allahu Akbar…
Allahu Akbar…
Allahu Akbar...
Laa Ilaa ha Ilallah hu Allahu Akbar...
Allahu Akbar  Walillah Ilham.

Di saat  gema takbir berkumandang,
Orang bergembira merayakan kemenangan,
Tapi sejenak mari kita renungkan dengan pikiran terbuka,
Tanyakan pada diri,
Kita menang dari apa?
Siapa musuh kita, lalu siapa yang dikalahkan?
Kita kadang tersungkur oleh ego
Tak mengerti sesungguhnya arti kemenangan ini

Jujurlah
Tanyakan pada diri
Apakah kita menang!
Kapan kita berperang
Kalau kita tidak berjuang
Kenapa kita mengharapkan kemenangan
Semoga kita menegur diri
Mengerti sejatinya akan kemenangan yang kita ikut rayakan
Sejenak bergembira untuk bersinggah dengan tradisi

Mari kita menangkan Idul Fitri
Dengan bersama-NYA
Agar mendapat rahmat dan maghfirah

Jangan bilang kita sudah Idul Fitri
Bila kita masih jauh dari-Nya
Bila kita masih belum menemukan-NYA
Jangan bilang kita mendapat kemulian
Sebelum kita saling memuliakan sesama

Bukalah hati dengan menjadi hamba
Kita bukan siapa-siapa dihadapan-NYA
Kita adalah ciptaan-Nya
Asalnya tidak ada menjadi ada
Merendahlah
Menangislah

Apa arti memaafkan kalau kita esok masih menyakiti
Apa arti kembali kalau kita tidak mau menyadari diri

Kenalilah dirimu di hari nan fitri ini
Membuka jiwa menjadi sejati
Dengan asma akbar dan suci
Semoga kita mampu menemukan Idul Fitri
Kembali dengan kemenangan hingga kita menjadi berarti

Rabu, 18 Maret 2009

wisma juangku HMI MPO


Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. (Al-Baqarah ayat 164)

Lukni Maulana (Sanggar ILCI)
Termenung di wisma juangku
Aku teringat pesan orang tua
”jadilah orang yang berguna”, katanya
Aku mencoba merangkai mimpi dibalik tidur
Yang belum lama ini terbangun
Mengusik setiap langkah hidupku
”engkau adalah pemimpin, maka jadilah pemimpin”, katanya


Termenung dalam sepi juangku
Aku gapai langit nan jauh
”di sini tidak ada apa-apa”, ungkapnya
Aku terkesima pada ucapannya
Sampai aku terjatuh di hadapan sang burung
Di patuknya kepalaku sampai darah mengalir
”dasar, kemana akal pikirmu...! Kau adalah generasi ulul albab”, ungkapnya

Generasi ulul albab kehilangan jati diri
Bila menjadi pemimpin meminta jadi budak
Tapi ...bila ada mutiara meminta bagian
Bila ada emas meminta transferkan
Bila ada intan meminta paketkan
Bila ada berlian meminta investasikan

Generasi ulul albab lari dari kebohongan
Mata ini berharap di butakan
Telinga ini harap ditulikan
Mulut ini berharap dibisukan
Akal pikirnya diperjual belikan
Apa lagi hati nuraninya....!

Kemana keadilan yang kau cita-citakan
Di mana kemakmuran yang kau sembunyikan
Di mana kesejahteraan yang kau telantarkan
Mengapa....
Bagaimana....
Kapan....

Apa lagi yang bisa kita harapkan
Bila hukum hanya untuk di langar

Apa lagi yang bisa kita cita-citakan
Bila ijasah hanya hadir dipasar loak

Kami menunjuk wisma perjuangan
Sebuah tempat berlabuh dan berkunjung bagi orang yang berakal
Serta tempat pensucian diri mencari ridho illahi rabbi
Datanglah kemari dipersinggahan sang khidir
Dialog antara orang kenthir dan orang berfikir



Semarang, 04/03/09 (12.07 WIB)

Minggu, 08 Februari 2009

HMI Mati Suri

Rintik hujan basahi bumi
Angin malam mulai menusuk relung hati

Hari ini HMI kehilangan 1 jari
Kader kompetisi ego diri

Aku tidak mengerti kenapa ini terjadi

Mungkin hanya mimpi

Atau salah arti


Para pecundang minta di hargai

HMI menjadi roti
di perebutkan sebab nilai atau independensi
HMI mati suri
Dan malampun menjemput pagi (31/1/09)
By: Lukni Maulana (http://lukni.blogspot.com)

Jumat, 16 Januari 2009

Puisi cah Gemblung HMI semarang


Selingkuh malam*
Hai…sedang apa di tengah malam begini
Rumput dan batu berzikir memujanya
Lha...kamu sendiri kenapa tertunduk
Di bahtera lautan hempasan gelombang angin
Kau belum menjawab pertanyaanku
Kenapa kau balik tanya kepadaku
Atau...
Akhiri saja episode ini
Anggap aja semua ini tak pernah terjadi
Enak saja kau akhiri
Padahal aku baru memulai
Selingkuh ditengah malam seperti ini
Ingat...
Jangan bilang siapa...siapa!
Ini rahasia antara kau dan aku
Aku ingin melebur dengan nafasmu
Aku ingin menyatu bersama malammu
16/12/08

Tambah Bingung
Mata kau bilang hidung
Hidung kau sebut mulut
Tangan kau angap kaki
Air liur kau namakan darah
Rambut kau jadikan jangut
Aku semakin bingung
Atau...terserah kamu saja
Pikiranmu teralalu cerdas untukku
Sampai tak tahu mana yang benar
Aku tambah bingung
Tapi...itu semua keinginanmu
Perilakumu sangat menyimpang dariku
Tak tahu mana yang baik
Aku tak habis pikir
Masih saja ada orang sepertimu
Atau aku yang tak tahu
Atau kamu yang tak punya malu
16/12/08

* Direktur Sanggar ILCI

Sabtu, 22 November 2008

ISTIGHFAR



ISTIGHFAR*

Sudah lama kita tidak pernah bersyukur

Hari demi hari hanya dilewati dengan sikap takabur

Ya, takabur atas segala nikmatnyaKita terlalu sombong untuk sekedar mampir ke masjid

Untuk menemui Rabb terkasihSebenarnya nikmat

Tuhan manakah yang sudah didustakanKita terlalu kikir untuk memanjatkan doa pada-NyaPadahal segala nikmat hidup ini sudah dipenuhi-NyaMungkin bila tanah dapat berkata

Dia akan menolak jasadmu dan membuangmu dari bumi iniWahai engkau yang selalu diberi nikmat oleh AllahSudahkah kau bersyukur pada-NyaBersyukur bukan sekedar berkata

Bukan sekedar berdzikir dalam kalimat bibirSyukurkah engkau wahai manusiaBila perbuatanmu penuh noda

Dan seluruh aliran darahmu dikuasai nafsu belaka

Manusia tetap manusia penuh salah dan lupaApakah kau sekerdil itu ?

Hanya melihat fitrah manusia yang selalu lupa dan khilaf

Kebaikan bukan transparansi kesholehan

Kebaikan yang abadi datangnya memang dari hati nurani

Bisa terlihat matamu yang penuh dendam ketika saudaramu menyakiti

Bisa terlihat amarahmu yang memuncak ketika segala salahmu diketahui yang lain

Apakah kau tidak pernah mengerti bahwa aibmu sudah lama ditutupiSemua tiada sempurna wahai hamba Allah yang mulia

Tetapi pantaskah setiap kali kita terpekur oleh amarah dan dendam

Padahal Allah sudah mengajari kita untuk ikhlas

Ya, ikhlas terhadap apa yang terjadi karena Allah lebih tahu yang terbaikAkan berkata apa dunia malam

Pada hati-hati yang tidak bisa menerima takdir

Hidup itu anugerah terindah dari-Nya

Buat apa harus merasa kurang ini dan itu

Padahal Allah sudah menjadikan kita kaya

Saat tubuh ini terlahir dari rahim bundaJ

ika manusia menangis karena cintanya pada manusiaItu hal yang biasa tetapi bila ada manusia yang menangis karena dosanya

Dan takutnya kepada Rabb Pencinta Hakiki itu hal yang luar biasa

Sebenarnya hidup itu apa?Hanya numpang makan dan minum saja

Dan akhiratlah tujuan utamaHidup akan kekal selamanya di taman terindah yaitu syurga

Apakah kau tidak pernah merindukannya

Apakah hidup hanya sepekanNumpang tidur dan bermegahan

Nikmat Tuhan manakah yang telah didustakan?

Allah telah memberi air yang jernih

Sedang di tanganmulah air itu menjadi kotorAllah telah memberimu udara yang segar

Sedang karena perbuatanmu udara itu menjadi penyakitApakah kau tidak pernah mengerti seperti apa waujud kasih sayang Allah kapadamu

Keluh dan kesah selalu terpancar dari rongga mulutmu

Seperti hidupmu serasa di atas duri

Duri yang menikam segala larut waktu

Padahal karunia Allah selalu datang dan terus bertambah dari waktu ke waktuKau tidak pernah bersyukur wahai manuisiaKau selalu takabur dan menganggap nasib buruk selalu menghantuimu

Sekarang,Mari kita bermuhasabah tentang kesalahan hidup ini

Persiapan apa yang sudah kita siapkan untuk bekal di akhirat nanti

Hidup tak selamanya indah tetapi karena rasa sulitlah kita dapat belajar

Belajar untuk lebih ikhlasBelajar untuk lebih mempersiapkan diri

Ketahuilah kita tidak akan pernah tahu kapan kematian itu datang

Akankah segala kebaikan ini harus tertunda oleh hal yang sia-sia

Hidup kita sekali dan Cuma sekaliKapan lagi kita isi waktu ini untuk menjadi khalifah sejati

Menangislah…

Ayo menangislah…

Dosa-dosamu sudah terlalu tinggi

Belum tentu kebaikanmu dapat menebusnya

Menangislah…

Biarlah lelehan air mata ini menjadi saksi atas kekhilafan diri

Menangislah…

Agar hatimu yang kotor bisa bersih dengan belaian air mata suci

Ya, menangislah…

Agar dosa-dosa ini bisa luntur dan hanyut

Dan tergantikan oleh kebaikan hati yang benar-benar suci


SELAMAT MENIKMATI PUISIKU KAK JAY

SEMOGA DALAM LANGKAH HIDUP INI.

KITA SELALU MEMILIKI RASA SYUKUR YA! salam untuk saudara-saudaraku di IAIN Walisongo. Get a spirit!


*Berthilda Al Zahra Umbar ErnawatiSelimut Bumi dari jernihnya hati Semarang tak terlupakan10 juni 2008. Mahasiswa IKIP PGRI Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia
sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com